Sebagai calon penghuni rumah di perumahan Bukit Dago Blok E4 No 2 Cluster Casablanca, Pamulang. Saya sangat kecewa dengan pelayanan yang diberikan oleh PT. Dituka Raharja selaku pengembang.
Antara bulan November hingga sebelum dilakukannya akad kredit pada tanggal 18 desember 2008, pihak developer melalui marketingnya (Bapak Albert), menjanjikan kepada saya bahwa jika saya setuju untuk mengikuti akad kredit pada tanggal 18 Desember 2008, maka kualitas bangunan yang saya beli tidak akan mengalami penurunan mutu.
Selain itu, untuk memperkuat pernyataan diatas, saya meminta pihak pengembang untuk memberikan sebuah surat keterangan yang menyatakan kesanggupan untuk menyelesaikan pembangunan sesuai tenggat waktu yang ditandatangani (surat diterbitkan tgl 17 Desember 2008) oleh Bapak Herry selaku kepala proyek, yang menyanggupi untuk menyelesaikan pembangunan dalam tempo dua bulan terhitung dari diterbitkannya surat keterangan tersebut yang semestinya sudah bisa diserahterimakan pada tgl 17 Februari 2009.
Kenyataannya, hingga surat ini dibuat (05 April 2009), belum ada proses serah terima kunci. Dan bahkan belum semua hak saya diberikan sebagai bagian penyerahan rumah kepada saya selaku pemilik, antara lain : pagar dan pintu pagar dan bahkan kunci jendela, kunci jendela yang adapun sudah rusak sehingga tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Dan demi kenyamanan sendiri karena, akhirnya saya sebagai pemilik berinisiatif untuk memasang sendiri kunci jendela.
Sementara dari kualitas bangunan, lis plang di bagian belakang rumah pecah dan hanya didempul bukannya diganti dan terdapat lis plang yang mulai melengkung karena basah. Plafon kamar mandi terlihat dipasang seadanya, bahkan hanya disangga dengan paku kecil, begitupun pintu kamar mandinya rusak. Pada pintu utama dekat engsel terdapat retak, dan terdapat handle pintu yang mulai rusak dan berkarat, selain itu pintu belakang terlihat miring.
Selain itu, tembok dalam sisi depan pada kamar tidur depan mengalami lembab diperparah jika terjadi turun hujan. Dan juga terdapat retak dibeberapa bagian tembok, bahkan terdapat permukaan tembok yang bergelombang yang memperlihatkan bahwa pelaksanaan pembangunan dilakukan asal jadi. Bahkan pada pemasangan instalasi listrik terdapat stop-kontak indoor yang dipasang di outdoor, apakah pihak developer tidak terpikirkan akan terjadi korsleting jika turun hujan ?
Selain itu, terdapat kebocoran di bagian dalam rumah yang tentunya mengakibatkan rusak pada gypsum dan lis gypsum. Bahkan pagar ketika ditanyakan selalu dan selalu jawabannya kehabisan stok. Apakah seperti ini perencanaan bangunan yang dibuat oleh developer, masing-masing komponen rumah tidak disediakan sesuai dengan DO pengerjaannya ?
Sebagian foto dari beberapa bagian rumah yang bermasalah :
|

















