Arsip untuk April, 2009

Air… Oh… Air…

Posted in Bukit Dago, Dislike, Opini dengan kaitan (tags) , , , on April 19, 2009 by namakuhandi

Bete….

Ini udah berjalan beberapa minggu and air bersih yang aku minta ngga pernah kesampean.

Bahkan aku sempet terpikir, mereka itu (baca PT. Dituka Raharja Grup Duta Putra) lagi nguji ketahanan kami. Ampe udah buntu nih, mo pake cara apa lagi. Well, sepertinya aku mesti ke YLKI. Soalnya sampe sekarang ngga ada itikad baik dari mereka. Serasa ditipu… Tertipu… (Jadi inget lagunya Nugie… hiks…).

Apa karena harga rumah gue dibawah 200jt ya ampe mereka tega mengabaikan keluhanku. Tapikan aku beli pake duit, bukannya daun atopun krupuk. Trus klo dipikir, mereka dah dapet duwit dari aku. LUNAS lagi. Jadi keliatan, klo mereka langsung kabur begitu dapet duit.

Terus dari semua tukang yang (jadinya kena getahnya) kerja ulang dirumah aku, mereka selalu curhat kalo uang mereka selalu dipotong. Bahkan ada beberapa tukang yang ngga dibayar setelah kerja. Trus yang ngenes lagi, cerita dari si tukang pantek air, dia bilang kalo dia cuma dibayar berdasarkan lubang dan bukannya kedalaman yang bersarnya Rp 50rb bruto/lubang. Dan iseng-iseng aku ngitung jadinya tuh tukang pantek, paling ngga, dapet bersihnya sekitar 10rb-15rb (uang preman, uang makan+ dibagi tiga). Busyeeeettt dah… Padahal kemarin pas guwe bener-bener liat kerja mereka, jadi ngga kebayang dengan honor yang dikasih. Bener-bener tega.

Mangkanya aku jadi mahfum, kenapa kualitas bangunan dan kualitas pekerjaan mereka acak kadut… Bener-bener… gila…

Ah… Pusing guwe….

Dimana tanggung jawabmu PT. Dituka Raharja Grup Duta Putra ?

Posted in Bukit Dago, Dislike dengan kaitan (tags) , , , , , , , on April 6, 2009 by namakuhandi

Sebagai calon penghuni rumah di perumahan Bukit Dago Blok E4 No 2 Cluster Casablanca, Pamulang. Saya sangat kecewa dengan pelayanan yang diberikan oleh PT. Dituka Raharja selaku pengembang.

Antara bulan November hingga sebelum dilakukannya akad kredit pada tanggal 18 desember 2008, pihak developer melalui marketingnya (Bapak Albert), menjanjikan kepada saya bahwa jika saya setuju untuk mengikuti akad kredit pada tanggal 18 Desember 2008, maka kualitas bangunan yang saya beli tidak akan mengalami penurunan mutu.

Selain itu, untuk memperkuat pernyataan diatas, saya meminta pihak pengembang untuk memberikan sebuah surat keterangan yang menyatakan kesanggupan untuk menyelesaikan pembangunan sesuai tenggat waktu yang ditandatangani (surat diterbitkan tgl 17 Desember 2008) oleh Bapak Herry selaku kepala proyek, yang menyanggupi untuk menyelesaikan pembangunan dalam tempo dua bulan terhitung dari diterbitkannya surat keterangan tersebut yang semestinya sudah bisa diserahterimakan pada tgl 17 Februari 2009.

Kenyataannya, hingga surat ini dibuat (05 April 2009), belum ada proses serah terima kunci. Dan bahkan belum semua hak saya diberikan sebagai bagian penyerahan rumah kepada saya selaku pemilik, antara lain : pagar dan pintu pagar dan bahkan kunci jendela, kunci jendela yang adapun sudah rusak sehingga tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Dan demi kenyamanan sendiri karena, akhirnya saya sebagai pemilik berinisiatif untuk memasang sendiri kunci jendela.

Sementara dari kualitas bangunan, lis plang di bagian belakang rumah pecah dan hanya didempul bukannya diganti dan terdapat lis plang yang mulai melengkung karena basah. Plafon kamar mandi terlihat dipasang seadanya, bahkan hanya disangga dengan paku kecil, begitupun pintu kamar mandinya rusak. Pada pintu utama dekat engsel terdapat retak, dan terdapat handle pintu yang mulai rusak dan berkarat, selain itu pintu belakang terlihat miring.

Selain itu, tembok dalam sisi depan pada kamar tidur depan mengalami lembab diperparah jika terjadi turun hujan. Dan juga terdapat retak dibeberapa bagian tembok, bahkan terdapat permukaan tembok yang bergelombang yang memperlihatkan bahwa pelaksanaan pembangunan dilakukan asal jadi. Bahkan pada pemasangan instalasi listrik terdapat stop-kontak indoor yang dipasang di outdoor, apakah pihak developer tidak terpikirkan akan terjadi korsleting jika turun hujan ?

Selain itu, terdapat kebocoran di bagian dalam rumah yang tentunya mengakibatkan rusak pada gypsum dan lis gypsum. Bahkan pagar ketika ditanyakan selalu dan selalu jawabannya kehabisan stok. Apakah seperti ini perencanaan bangunan yang dibuat oleh developer, masing-masing komponen rumah tidak disediakan sesuai dengan DO pengerjaannya ?

Sebagian foto dari beberapa bagian rumah yang bermasalah :

Ide

Posted in Opini dengan kaitan (tags) , , , on April 4, 2009 by namakuhandi

Aku sendiri ngga tahu kapan sebuah ide itu akan nyangkut diotakku. Hla gimana mo nyangkut, terbersit aja juga ngga.

Tapi kasus itu hanya kalo aku sedang dalam kondisi floating.

Berbeda jika aku sedang senang ato sedih. Ide itu terasa mengalir begitu saja. Dan seakan ada dorongan terdalam yang memaksaku untuk menumpahkan perasaanku itu. Dan sayangnya, ide itu mudah berlalu tersapu angin. Andai aku tidak langsung berhadapan dengan alat tulis ataupun laptopku tercinta untuk segera menuangkan dan menerjemahkan sinyal-sinyal hati. Dalam sekejap itu pula ide itu tak berbekas.

Gimana caranya ya menahan ide itu meski mood kita sudah berubah…

Dan jika aku prosentasekan, lebih banyak ide tercipta manakala aku sedang sedih, tertekan ataupun perasaan ngga nyaman lainnya. Dibanding ketika aku sedang merasa senang.

Mungkin sudah jamak begitu kali ya… Dan aku yakin udah banyak tulisan yang menelaah soal menulis tergantung situasi.

Entahlah…

Seperti saat ini, entah kenapa aku langsung ingin nulis. Ya mumpung aku gie mood ya tulis aja. Dan mumpung otak ma tanganku gie sinkron. jadinya apa yang ada diotak langsung ketuang dalam bentuk tulisan.

Apa karena aku sedang mood. Entah good mood or bad mood. Ah i don’t care anyway. Yang terpenting saat ini aku gie pengen nulis.

Penting ngga sie .. ???

Entah itu penting ato ngga… toh kebutuhan untuk mengungkapkan isi hati ngga tergantung ma penting or ngga penting dari isi tulisan itu kan ?

Setahuku, nulis adalah salah satu bentuk dari ekspresi. Yang mungkin ngga akan semudah ketika kita mengajak teman dekat kita untuk sharing dan berbicara. Dan juga sebagian besar orang mengalami kesulitan untuk mengungkapkan sesuatu dalam bentuk verbal tinimbang dalam bentuk tulisan.

Iya kan….

Renungkanlah

Posted in Poem dengan kaitan (tags) , , , on April 1, 2009 by namakuhandi

IMAJINER DOA

Oleh:/ Ratih Sanggarwati/

Doa yang kupanjatkan ketika aku masih gadis:*

“Ya Allah beri aku calon suami yang baik, yang

Sholeh. Beri aku suami

Yang dapat kujadikan imam dalam keluargaku.”*

Doa yang kupanjatkan ketika selesai menikah:*

“Ya Allah beri aku anak yang sholeh Dan

Sholehah, agar mereka dapat

Mendoakanku ketika nanti aku mati Dan menjadi

Salah satu amalanku

Yang tidak pernah putus.”*

Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku

Lahir*:

“Ya Allah beri aku kesempatan menyekolahkan

Mereka di sekolah Islami

Yang baik meskipun Mahal, beri aku rizki untuk

Itu ya Allah….”*

Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku sudah

Mulai sekolah:*

“Ya Allah….. Jadikan dia murid yang baik

Sehingga dia dapat bermoral

Islami, agar dia bisa khatam Al Quran pada

Usia muda..”*

Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku sudah

Beranjak remaja:*

“Ya Allah jadikan anakku bukan pengikut arus

Modernisasi yg

Mengkhawatirkanku.

Ya Allah aku tidak ingin IA mengumbar

Auratnya, karena dia ibarat

Buah yang sedang ranum.”*

Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku menjadi

Dewasa:*

“Ya Allah entengkan jodohnya, berilah jodoh

Yang sholeh pada mereka,

Yang bibit, bebet, bobotnya baik Dan sesuai

Setara dengan keluarga

Kami.”*

Doa yang kupanjatkan ketika anakku menikah:*

“Ya Allah jangan kau putuskan tali ibu & anak

Ini, aku takut kehilangan

Perhatiannya Dan takut kehilangan dia karena

Dia akan ikut suaminya.”*

Doa yang kupanjatkan ketika anakku akan

Melahirkan:*

“Ya Allah mudah-mudahan cucuku lahir dengan

Selamat. Aku inginkan nama

Pemberianku pada cucuku, karena aku ingin

Memanjangkan teritoria

Wibawaku sebagai ibu dari ibunya cucuku.”*

Ketika kupanjatkan DOA-DOA itu, aku

Membayangkan Allah tersenyum

Dan berkata….. .*

“Engkau ingin suami yang baik Dan sholeh

Sudahkah engkau sendiri baik

Dan sholehah?

Engkau ingin suamimu jadi imam, akankah engkau

Jadi makmum yang baik?”

“Engkau ingin anak yang sholehah, sudahkah itu

Ada padamu Dan pada

Suamimu. Jangan egois begitu…….. Masak

Engkau ingin anak yang

Sholehah hanya karena engkau ingin mereka

Mendoakanmu…..tentu mereka menjadi

Sholehah utama karena-Ku, karena aturan yang

Mereka ikuti haruslah

Aturan-Ku.”

“Engkau ingin menyekolahkan anakmu di sekolah

Islam, karena apa?……

Prestige? …….. Atau….mode? …..atau

Engkau tidak mau direpotkan

Dengan mendidik Islam padanya? Engkau juga

Harus belajar, engkau juga

Harus bermoral Islami, engkau juga harus

Membaca Al Quran Dan berusaha

Mengkhatamkannya. “

“Bagaimana engkau dapat menahan anakmu tidak

Menebarkan pesonanya dengan

Mengumbar aurat, kalau engkau sebagai ibunya

Jengah untuk menutup aurat?

Sementara engkau tahu Aku wajibkan itu untuk

Keselamatan Dan kehormatan

Umat-Ku.”

“Engkau bicara bibit, bebet, bobot untuk calon

Menantumu, seolah engkau

Tidak percaya ayat 3 & 26 surat An Nuur dalam

Al Quran-Ku. Percayalah

Kalau anakmu adalah anak yang sholihah maka

Yang sepadanlah yang dia

Akan dapatkan.”

“Engkau hanya mengandung, melahirkan Dan

Menyusui anakmu. Aku yang

Memiliki dia saja, Aku bebaskan dia dengan

Kehendaknya. Aku tetap

Mencintainya, meskipun dia berpaling dari-Ku,

Bahkan ketika dia

Melupakan-Ku. Aku tetap mencintainya. .. “

“Anakmu adalah amanahmu, cucumu adalah amanah

Dari anakmu, berilah

Kebebasan untuk melepaskan busur anak panahnya

Sendiri yang menjadi

Amanahnya.”*

Lantas…… Aku malu…… Dengan imajinasi

Do’a-Ku sendiri….

Aku malu akan tuntutanku kepada-NYA.. . …..

Maafkan aku ya Allah……*

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.